Mengapa Computer Adaptive Test?
Ujian konvensional memberikan soal yang sama untuk semua peserta — tidak efisien dan rawan kebocoran. Computer Adaptive Test (CAT) menyesuaikan tingkat kesulitan soal secara real-time berdasarkan jawaban peserta, menghasilkan pengukuran kemampuan yang lebih akurat dengan jumlah soal lebih sedikit.
Dipadukan dengan AI question generation, bank soal Anda dapat berkembang secara otomatis dari materi sumber, SOP, atau silabus — sambil tetap mempertahankan kualitas dan kalibrasi item.
Fitur Utama
- AI Question Generator — generate soal pilihan ganda, essay, dan studi kasus dari dokumen sumber.
- Adaptive Difficulty (IRT-based) — Item Response Theory untuk menyesuaikan kesulitan per peserta.
- Automatic Scoring — skoring real-time untuk MCQ & rubric-based untuk essay (AI-assisted).
- Multi-format Test — MCQ, essay, listening, image-based, coding, scenario-based.
- Anti-cheating — randomisasi, lockdown browser, webcam proctoring, deteksi anomali.
- Question Bank Management — versioning, blueprint, kalibrasi item, taxonomy Bloom.
- Real-time Monitoring — admin dashboard saat ujian berlangsung.
- Analytics & Reporting — distribusi skor, item analysis, reliability index, drill-down per kompetensi.
Use Case
- Corporate assessment — seleksi karyawan, talent mapping, certification internal.
- Pendidikan tinggi & sekolah — Ujian Tengah/Akhir Semester, placement test.
- Sertifikasi profesi — uji kompetensi nasional, sertifikasi industri.
- Seleksi masuk — entrance exam universitas / sekolah / beasiswa.
- Training & development — pre-test dan post-test berkelanjutan.
Manfaat
- Pengukuran lebih akurat — skor mencerminkan kemampuan sesungguhnya, bukan keberuntungan.
- Durasi ujian lebih singkat — peserta tidak menghabiskan waktu untuk soal yang terlalu mudah/sulit.
- Skala besar — ribuan peserta serempak dengan delivery yang stabil.
- Bank soal hidup — AI membantu memperluas dan merotasi soal.
- Audit-ready — log lengkap, item analysis, dan jejak proctoring untuk akuntabilitas.
Integrasi
Terintegrasi dengan LMS (Moodle, Canvas, custom), HRIS, SSO (Google, Microsoft, SAML), dan sistem sertifikasi melalui REST API atau webhook.